Dapat Rekomendasi, Begini Wajah KLU Jika Global Hub Terealisasi

Hits: 44

Mataram (Suara NTB)– Lokasi pembangunan mega proyek Global Hub Kayangan Lombok Utara telah memperoleh rekomendasi dari Dirjen Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Artinya, pembangunan mega proyek tersebut semakin terang.

‘’Yang saya tahu, begitu. Sudah ada rekomendasi dari Dirjen Tata Ruang,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP ketika dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 5 Februari 2018 siang.

Dengan keluarnya rekomendasi mengenai pemanfaatan tata ruang, maka pengelola dalam hal ini PT. Bandar Kayangan Internasional akan menyelesaikan persoalan lahan. Termasuk mengenai Detailed Engineering Design (DED) pada lahan seluas 7.000 hektare tersebut. Ia mengatakan masterplan pembangunan Bandar Kayangan sudah ada. Begitu juga mengenai delineasi kawasan.

Untuk memulai pembangunan di kawasan seluas 7.000 hektare tersebut, tentunya kata Ardhi ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Dengan keluarnya rekomendasi dari Kementerian ATR tersebut, maka izin lokasi sudah dapat dikeluarkan.

Yang belum jelas, kata Ardhi, jalan yang ada saat ini apakah akan masuk dalam kawasan Global Hub Bandar Kayangan atau tidak. Jika ada di dalam kawasan maka statusnya harus di-clear-kan. Dengan keluarnya rekomendasi Kementerian ATR tersebut, pengurusan izin lingkungan, Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan lainnya sudah dapat dilakukan.

Ditanya mengenai dukungan pemerintah provinsi mengenai keberadaan Global Hub Bandar Kayangan? Ardhi mengatakan, Pemda akan mendukung infrastruktur di luar kawasan. Untuk infrastruktur yang berada di dalam kawasan merupakan tanggung jawab pengelola.

‘’Kalau masalah air bersih, kita tanya mereka berapademand-nya, PDAM yang di kabupaten bagaimana? Kita belum tahu jugademand-nya mereka berapa. Kalau secara indikatif bisa kita siapkan. Tetapidemand sebenarnya kita belum tahu,” ujarnya.

Pascakeluarnya PP No. 13 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), yang menetapkan Proyek  Global Hub Kayangan Lombok Utara sebagai kawasan andalan nasional. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi langsung membentuk Tim Percepatan Pembangunan Global Hub Kayangan.

‘’Prinsipnya kita siap mendukung keberadaan Global Hub Kayangan. Sekarang tinggal koordinasinya. Kita tunggu kepala perizinan, bagaimana kelanjutannya,’’ tandasnya.

Dalam pertemuan di Kantor Gubernur beberapa waktu lalu, inisiator Proyek Global Hub Kayangan, Son Diamar mengatakan dengan keluarnya PP tersebut, pengembangan Global Hub Kayangan akan terlihat 3-4 tahun ke depan.

Global Hub Kayangan akan menyerupai Kota Dubai Uni Emirat Arab dengan penduduk sekitar satu juta jiwa pada lahan seluas 7.000 hektare. Dimana, pada kawasan tersebut dibangun pelabuhan modern yang dapat menampung kapal-kapal raksasa dengan panjang 500 meter.

Di Indonesia, tidak ada pelabuhan internasional yang mampu menampung kapal sepanjang 500 meter tersebut kecuali di Global Hub Kayangan. Pasalnya, di daerah lain lautnya dangkal dan hanya mampu menampung kapal-kapal besar dengan ukuran atau panjang maksimal 300 meter.

Perairan di Pulau Lombok terutama di kawasan Global Hub Kayangan akan mampu menampung kapal dengan panjang 500 meter tersebut, dengan kedalaman sekitar 35 meter. Kapal  dengan ukuran seperti itu akan mampu mengangkut 18 ribu kontainer. Jika empat saja kapal yang sandar dan menurunkan separuh barangnya, maka kawasan industri seluas 1.000 hektare akan penuh.

Selain akan dibangun pelabuhan internasional, juga kilang minyak dengan investasi yang cukup besar mencapai Rp 130 triliun. Sementara untuk pelabuhan diperkirakan investasinya sebesar Rp 30 triliun. Setelah PP No. 13 Tahun 2017 tentang RTRW nasional ini keluar, maka akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, baik provinsi dan Pemda Lombok Utara untuk melakukan revisi Perda RTRW.

Direktur Utama PT. Bandar Kayangan Internasional ini menegaskan, proyek Global Hub Kayangan ini bukan khayalan. Pasalnya, dari sisi regulasi, pemerintah pusat sudah menerbitkan PP No. 13 Tahun 2017. Kemudian, dari sisi investor, sudah ada yang melakukan Memorandum of Understanding (MoU).  MoU tinggal ditindaklanjuti dengan penandatanganan kontrak kerjasama.

Ia mengatakan, proyek ini murni investasi swasta, bukan didanai APBN maupun APBD. Pada saat dirinya mengantar Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Bupati Lombok Utara, Presiden sempat mempertanyakan siapa yang akan membangun Global Hub Kayangan ini.

Pada saat itu, kata Son Diamar, dirinya meyakinkan Presiden bahwa yang membangun adalah para pemilik kapal-kapal besar dari Eropa serta kilang minyaknya dari Rusia dan Cina.

Sebagai pengelola kawasan itu, telah dibentuk PT. Bandar Kayangan Internasional. Komposisi kepemilikan saham perusahaan yang mengelola Global Hub Kayangan ini, 60 persen para investor, 20 persen Pemprov NTB dan 20 persen Pemda Lombok Utara.

Selain itu, PT. Bandar Kayangan Internasional juga sudah membentuk anak perusahaan yakni PT. Properti Bandar Kayangan. Dengan komposisi kepemilikan saham 65 persen milik investor dan 25 persen diberikan kepada perusahaan daerah, milik Pemprov dan Pemda Lombok Utara.

Untuk investor yang akan membangun kilang minyak berasal dari konsorsium investor Cina dan Rusia. Dimana, investor Cina menyiapkan uang sementara Rusia menyiapkan teknologi.

Hal tersebut, kata Son Diamar, bentuk komitmen pemerintah  Cina yang siap membantu Indonesia dalam bidang investasi. Rencana investasi pembangunan kilang minyak itu sekitar 15 miliar euro. Masing-masing untuk pembangunan kilang minyak itu sendiri dengan rencana investasi 10 miliar euro atau Rp 125 triliun dan fasilitas pendukung sebesar 5 miliar euro.

Kemudian, untuk investor yang akan membangun  pelabuhan internasional berasal dari konsorsium investor Eropa dengan nilai investasi sebesar 2 miliar euro atau Rp 30 triliun. Sementara untuk pembangunan kawasan perkotaan mereka akan mengalokasikan 20 miliar euro atau Rp 300 triliun selama 20 tahun. Dengan dibangunnya Bandar Kayangan ini, maka Lombok bukan saja menjadi perhatian nasional tetapi juga dunia. (nas)

Sumber : http://www.suarantb.com/news/2018/02/06/252491/Dapat.Rekomendasi,

Rate this article ( 0 Vote )

About The Author

D

Gender: Male lalusyarief@gmail.com