Pemda KLU Dialog Dengan Warga Meno

Hits: 35

Humaspro Setda KLU, Gili Meno - Pemerintah Daerah  Kabupaten Lombok Utara melakukan sosialisasi dan dialog dengan warga masyarakat di Gili Meno Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang (7/2).

Dalam sosialisasi penertiban dan dialog itu dilakukan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Ir Hermanto, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Sinar Wugiyarno S.H. serta Kabag Administrasi Pengendalian Pembangunan Lalu Majemuk S.Sos. Turut hadir pula Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brata Yasa MPd, Camat Pemenang Moh Faesol MSi, unsur birokrasi lainnya beserta tokoh masyarakat.

Dalam paparannya Kabag APP Setda KLU, Lalu Majemuk mengatakan, adanya kegiatan sosialisasi melanjutkan silaturrahmi dan diskusi terdahulu terkait dengan akan dilakukannya penertiban dan penataan Gili Meno, tentu dengan memerhatikan aspek keamanan, kenyamanan dan keindahan.

Lalu Majemuk juga menyampaikan bahwa penertiban dan penataan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dilakukan dengan tahapan mekanisme dialog dan sosialisasi.

"Penertiban rencananya dilakukan Bulan Maret mendatang, kami berharap kerjasama kita semua dalam hal ini karena penertiban ini berlaku untuk semua, baik bangunan pemerintah maupun swasta," ungkap pria berkumis tebal itu. 

Sementara Kadus Gili Meno Iskandar berharap kepada Pemkab sebelum ada penertiban dan pembongkaran diberikan grand design dengan begitu pengusaha Gili Meno bisa membongkar sendiri bangunan yang ada, lantaran lanjutnya, ada 41 bangunan pengusaha dan masyarakat di Gili Meno yang ditata.

"Jangan sampai pemerintah hanya memberi aturan tapi pada akhirnya juga dilanggar, bila belum ada grand design," imbuhnya.

Respons dari dialog tersebut, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Ir. Hermanto menyahuti beberapa pertanyaan warga pada kegiatan dialog itu. Menurutnya, akan ada musyawarah tim yang lebih besar yang merumuskan formula yang tepat dari sisi penegakan hukum penertibannya, unsur dari TNI, Polri, Pol PP dan semua stakeholder yang ada, baru dilakukan penertiban.

"Untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, pemda sudah membeli lahan seluas 25 are sebagai tempat pengelolaan sampah terpadu seperti di Gili Trawangan, mungkin setelah (Gili) Terawangan baru ke (Gili) Meno, "ungkap mantan Kepala Dinas Pertanian itu.

Dalam pada itu, disampaikan pula imbauan pemda  bahwa penertiban sepanjang jalan tidak diperkenankan ada bangunan, pada sempadan roi pantai. Dimana pada akhirnya jalan di tata menjadi tiga jalur yaitu jalur sepeda, jalur dokar dan jalur pejalan kaki. (sas/humaspro)

Foto: rsd/humaspro

Rate this article ( 0 Vote )

About The Author

D

Gender: Male lalusyarief@gmail.com

Related Articles