Cegah Anemia, Dikes KLU Gelar Workshop Kepatuhan Minum TTD

Rate this article ( 0 Vote )
Hits: 21

Diskominfo KLU, Tanjung - Berdasarkan Riskesdas NTB pada tahun 2018, Persentase gejala Anemia di Kabupaten Lombok Utara mencapai angka 30%. Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara terus berupaya serius untuk menurunkan dan mencegah munculnya kasus penyakit Anemia yang masih ditemukan di beberapa desa yang ada di Kabupaten Lombok Utara.

Bertempat di Lesehan Sasak Narmada Tanjung, Selasa (03/12) kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara menggelar workshop pemantauan kepatuhan minum tablet penambah darah (TTD) bagi remaja putri yang menyasar langsung kepada para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-KLU.

Menurut Kabid Kesehatan Datu, Ia mengungkapkan bahwa TTD tersebut sangat penting sekali untuk diminum oleh para remaja khususnya bagi remaja putri, karena remaja putri adalah merupakan cikal-bakal penerus yang akan masuk dalam sebuah lingkungan keluarga baru untuk menjadi calon ibu hamil di masa depan.

"Kita punya program dari kementrian itu harus diberikan tablet tambah darah untuk remaja putri yang ada di sekolah tetapi bukan lagi yang menstruasi, tidak dibedakan yang menstruasi atau tidak yang penting dia diatas umur 12 tahun harus diberikan tablet tambah karena persiapan nanti untuk menuju keluarga, ketika dia hamil tidak terjadi kekurangan HB" imbuhnya.

Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, 30% ibu hamil di Kabupaten Lombok Utara mengalami Anemia, hal itu tentunya akan memicu lahirnya bayi dengan berat badan lahir rendah dibawah 2.5 Kg.
"Kalau dia lahir dengan berat badan 2.5 Kg kurang dari itu, ini rentan terhadap penyakit terutama nanti akibatnya stunting" jelasnya.

Datu menjelaskan bahwa di tahun 2020 nanti, konvergensi antar OPD dalam menangani Anemia di Kabupaten Lombok Utara akan lebih ditingkatkan lagi karena pemberian TTD bagi remaja tersebut sudah memiliki SK antara empat Kementerian diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Kementrian Dalam Negeri.

"Kedepan para guru mengharapkan adanya sosialisasi di sekolah-sekolah, sehingga nanti tidak ada lagi para siswi yang mengatakan setelah minum TTD menstruasi menjadi lebih dua kali atau menyebabkan kegemukan" ungkapnya.

(Yoan)

About The Author

D

Gender: Male lalusyarief@gmail.com