Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

PEMERINTAH DESA SELELOS MELAKUKAN PROGRAM SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING

KIM Lingkar Utara, Dalam rangka mencegah Stunting pada anak, Kelompok Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Tahun 2022 Universitas Nahdatul Wathon Mataram (UNW), mengadakan kegiatan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan di Dusun persiapan Semenyer, Desa Selelos, kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Senin (10/10/2022).

Kegiatan sosialisasi yang digelar Senin Sore pukul 04.20  (WITA) tersebut bertempat di kediaman Ibu Aisyah tersebut diikuti sekitar kurang lebih 20 orang peserta dari ibu-ibu RT 01 dan RT 02, dengan mengusung tema “Sosialisasi pencegahan dan penangan stunting terhadap anak-anak dan dampak terhadap pernikahan diusia dini”

Hal ini disampaikan oleh Sekdes Desa Selelos Didi Retno, SE. Dalam sambutannya, ia menegaskan terkait pentingnya pencegahan Stunting sedini mungkin, di Desa Selelos sendiri kasus stunting angkanya masih tinggi 58 kasus stunting. Oleh karena itu salah satu cara mencegahnya mulai dari anak-anak yang  nikah muda  pertumbuhan masih produktif apabila sedang mengandung kekurangan asupan atau nutrisi pada ibu hamil hal ini akan berdampak pada kesehatan kandungan.

“Bayi lahir tidak normal seperti, kurus, cacat dll, hal ini dikarenakan selama dalam proses kandungan kurang nutrisi ibu, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berulang, infeksi berulang, dan pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Anak tergolong Stunting apabila lebih pendek dari standar umur anak sebayanya. Standar panjang atau tinggi badan anak dapat dilihat pada Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)”. Imbuhnya.

Kegiatan ini mengundang Pemateri, dr, Lia Tim Kesehatan Dari Mataram, asal Lombok Tengah, selaku pemateri terkait bahayanya stunting beliau mengatakan,”Jika stunting ini adalah kondisi gagal tumbuh anak balita (dibawah 5 Tahun) karena akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga pertumbuhan anak terhambat untuk usianya,” ujarnya.

Lanjut, dr. Lia, Sosialisasi ini tujuannya untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu agar memperhatikan makanan dan gizinya agar tercukupi, yaitu dengan memberikan makanan yang mengandung protein tinggi, serat dan Vitamin seperti daging sapi, ikan laut, maupun sayuran.

Ia menambahkan “Bahwa pola asuh orang tua juga bisa berperan terhadap pencegahan stunting pada anak dengan mengajarkan anak untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat dan pola makan sehat agar terciptanya asupan gizi dan ASI yang sehat untuk diberikan kepada anakn (yang berusia dibawah 3 tahun),” tuturnya.

Pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan pertumbuhan produktif pada anak-anak. Stunting juga mempengaruhi perkembangan otak sehingga kecerdasan anak tidak maksimal. hal ini berisiko menurunkan produktivitas anak di masa depan.

Setelah melalui beberapa Tahapan Sosialisasi Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja Desa Selelos dibidang Kesehatan dan Tanggung Jawab Pemerintah Desa dalam Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa  diantaranya dengan melakukan Konvergensi dalam perencanaan dan penganggaran program dan kegiatan pembangunan Desa untuk mendukung pencegahan stunting; dengan memastikan setiap sasaran prioritas menerima dan memanfaatkan paket layanan intervensi gizi prioritas atau PMT dari kader-kader Desa.

Pemdes Selelos melaksanakan Kegiatan Sosialisasi/penyuluhan Stunting dengan sasaran Ibu Hamil dan Balita.   Dihadiri oleh dr. Lia, Sekdes Selelos Kader Posyandu dan masyarakat setempat,  kegiatan sosialisasi memberikan Gambaran terkait Gejala dan dampak jangka panjang, serta memberi education bagaimana cara Mencegah Stunting.

(Hermanto)

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.