Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Ikuti Festival Gambus di KSB, LASQI KLU Siap Pertahankan Gelar Juara Umum

Diskominfo KLU, Tanjung – Jelang Festival Bintang Vokalis Gambus dan Qasidah Klasik tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tanggal 13 Oktober lusa, Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya memantapkan segala persiapan.

Pada sesi latihan terakhir LASQI KLU yang digelar di Pendopo Bupati Lombok Utara, Minggu (10/10/2021), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU Adenan, S.Pd, M.Pd., berkesempatan hadir langsung untuk memberikan semangat kepada seluruh anggota LASQI KLU yang akan ikut berlomba.

“Mudah-mudahan dengan motivasi, do’a restu dari beliau-beliau (Pengurus LASQI KLU_red) dan masyarakat Lombok Utara, nantinya kita bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Lombok Utara,” harapnya.

Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Dikbudpora KLU, Adenan menjanjikan akan memberikan bonus bagi peserta lomba yang mampu mengharumkan nama daerah di ajang Seni Qasidah itu.

“Atas nama pemerintah, Insyaallah Dikbudpora akan memberikan bonus yang terbaik sesuai dengan kemampuan kami,” katanya.

Sebagai juara umum LASQI di tingkat Provinsi NTB pada tahun 2019 lalu, Plt. Kadis Dikbudpora ini berharap, LASQI KLU mampu mempertahankan prestasi terbaiknya di tahun ini.

“Penampilan hari ini mohon dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga nanti akan membawa nama harum Lombok Utara di Kabupaten Sumbawa Barat,” pungkasnya.

Sementara itu, usai menjalani latihan bersama grup gambusnya, Ogenk selaku Ketua Festival LASQI KLU mengungkapkan, dalam meramu musik pada lomba kali ini, dia dan rekan-rekannya cukup mengalami kesulitan. Hal ini dikarenakan aturan dari LASQI Pusat yang mewajibkan peserta untuk memadukan dua genre musik yang berbeda yaitu Gambus dan Etnik.

“Tantangannya lumayan berat karena harus memadukan dua genre musik yang sangat jauh berbeda yaitu musik Qasidah Gambus dan Etnik. Dimana keduanya memiliki skill dan nuansa yang jauh berbeda, terutama yang sulit di bagian transisi atau perpindahan musik dari Etnik ke Qasidah, begitupun sebaliknya,” jelasnya.

Meski demikian, Ogenk yang merupakan maestro pencipta lagu di KLU ini tetap optimis, dengan kerja keras serta latihan yang rutin, predikat juara umum yang diterima LASQI KLU dua tahun lalu bisa dipertahankan.

“Persiapan yang matang sudah kita lakukan, jadi kita sangat yakin sekali bisa mempertahankan piala bergilir tersebut,” ucapnya.

(Yoan)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *