Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Asisten II Setda KLU Buka Diskusi publik Perda Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Asal KLU

Diskominfo, KLU – Tanjung, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Lombok Utara Ir. Hermanto, Buka secara resmi diskusi publik rancangan Perda KLU tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) asal Lombok Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula RSUD Lombok Utara. Kamis, (4/01/2024).

Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) KLU mengwakili Pemda KLU menyampaikan  apresiasi setinggi-tingginya kepada Perkumpulan Panca Karsa ( PPK ) Woman Development Association yang bekerjasama dengan dinas terkait dan DPRD KLU dalam pembuatan rancangan peraturan daerah terkait perlindungan PMI asal Lombok Utara.

Asst II juga menjelaskan posisi Indonesia yang merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang banyak namun tidak diiringi lapangan yang mengakibatkan banyaknya WNI yang mencari pekerjaan di negara lain termasuk NTB secara umum dan KLU secara khusus.

Lebih lanjut asst II manyampaikan kemungkinan permasalahan Pekerja Migran atau TKI yang dialami di luar negeri diantaranya gaji tidak dibayar, gagal pemberangkatan, perdagangan orang, pekerjaan yang tidak sesuai perjanjian , tindakan kekerasan, kurangnya perlindungan hukum, tidak memiliki dokumen resmi, kurangnya pengawasan oleh badan perlindungan pekerja Migran Indonesia ( BP2MI ) maupun kedutaan besar RI.

Asisten II juga berharap  agar setelah  Raperda ditetapkan menjadi Perda supaya seluruh kepentingan PMI yang berasal dari KLU dapat terakomodir

“banyak masyarakat KLU menjadi PMI memiliki permasalahan mulai dari sebelum berangkat pada saat bekerja hingga kepulangannya “, ucap Hermanto.

Dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD Lombok Utara, Artadi, S.Sos menyampaikan bahwa dalam pengesahan peraturan daerah tersebut diperlukan kehati-hatia karena kerena menurut Artadi peraturan ini merupakan Perda perlindungan sehingga masukan dan saran dari semua pihak itu sangat diharapkan.

Artadi juga menjelaskan Draft perda-perda yang sudah dibuat itu terdapat beberapa pasal yang mengalami perubahan berdasarkan Karen mendapat masukan-masukan dan saran dari exs. Mantan PMI yang sudah memahami bagaimana kondisi diluar negeri dan seperti apa perlindungan oleh pemerintah daerah dan pihak tertentu dalam proses memudahkan para pekerja jika mengalami permasalahan.

“Kaitan dengan perhatian pemerintah, administrasi ini sangat penting sehingga kita minta ada berapa pasal yang kita tambahkan misalkan sebelum pemberangkatan ke luar negeri untuk mendaftar di PT, mengadakan latihan di BLK yang sudah kita bangun supaya sebelum pemberangkatan ke luar negeri harus pengalaman sesuai dengan kemampuan serta kedisiplinan pengetahuan” ucap Ketua DPRD

Dalam kesempatan yang sama juga Direktur Perkumpulan Panca Karsa (PPK) Aprilina Utariyani, SH, juga menyampaikan animo masyarakat asal KLU  untuk bermigrasi yang cukup tinggi sehingga  memberikan kontribusi pendapatan melalui pengiriman remittance kepada keluarga shingga mampu mengurangi pengangguran di daerah, besaran  jumlah remittance dari PMI asal NTB menurut dirut PPK cukup tinggi sebelum Covid 19 dengan rata-rata sekitar Rp 1,2 triliun setiap tahun.

Dirut PPK juga menjelsakan perihal UUD 1945 Pasal 27 Ayat 2 yang menyatakan bahwa “setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi yang wajib dijunjung tinggi, dihormati dan dijamin penegakannya ” sehingga Negara menjamin hak, kesempatan dan memberikan pelindungan bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Lebih lanjut dirut PPK  KLU  mendesak Pemda KLU agar membentuk Peraturan Daerah tentang Pelindungan Pekerja Migran dan sebagai mekanisme formal dalam proses atau tahapan penyusunan Perda berdasarkan UU No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan masyarakat mempunyai hak untuk ikut terlibat dalam pembentukan kebijakan publik melalui kegiatan diskusi publik.

Zan I #Fg Rasid

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *