Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Suhaili Pengusaha Sapu Lidi di Desa Medana Membantu Ekonomi Lokal.

Kim KLU Berkarya, Tanjung – Bapak Suhaili pengusaha atau pengepul sapu lidi Asal Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, telah memulai inisiatif unik yang tidak hanya menguntungkan dirinya sendiri tetapi juga masyarakat sekitar. Pengusaha ini aktif membeli sapu lidi dari masyarakat setempat hingga ke pelosok, memberikan mereka peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk ibuk-ibuk rumah tangga. Senin, (27/11/2022).

Pak Suhaili mengawali karir bisnisnya sejak tahun 2016, 8 tahun yang lalu mengingat di wilayahnya Dusun Gol penghasil kelapa terbesar, saat ini ia memiliki karyawan tetap sebanyak puluhan orang, untuk sistem upah diberi tergantung hasil jualnya.

Dari hasil wawancara dengan awa media, Pak Suhaili mengumpulkan sapu lidi dari para pemasok lokal, pengusaha ini menjalankan operasinya dengan mengirimkan sapu-sapu tersebut ke pulau Jawa untuk diolah lebih lanjut. Proses ini mencakup pemilihan, pemotongan, dan pengolahan sapu lidi untuk digunakan dalam berbagai produk.

“Kami membeli dari para petani, tentunya petani yang memiliki pohon kelapa, harga untuk saat ini per ikat dengan diameter lengan tangan orang dewasa harga 2.000/ ikat”, jelasnya.

Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan keterampilan dan peningkatan pendapatan. Selain itu, pengusaha ini berperan aktif dalam memberdayakan para petani dan pengrajin sapu lidi, menciptakan sinergi positif dalam rantai pasok lokal.

“Teman-teman yang kerja dintempat kami masih seputar tetangga dan keluarga, sapu-sapu yang sudah terbeli di ikat kembali dengan ukuran diameter, 27 sampai 30 itu biasanya di jual ke jawa 7.000”, sambungnya.

Biasanya pak Suhaili menjual sapu yang sudah jadi ganggang biasa yang terbuat dari kayu dijual bervariasi 15.000 tergantung tempat jualnya. “Biasanya kami jual ke toko-toko harga 15.000 tergantung tempat jual, baahkaan ada permintaan dari hotel ia kami jual dengan harga 20 sampai 25,000”. papar Suhaili.

Langkah ini juga mencerminkan komitmen pada pengelolaan sumber daya lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah terpencil. Dengan terus mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan, pengusaha sapu lidi ini menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana bisnis dapat memberikan dampak positif secara lokal sambil tetap berorientasi pada pertumbuhan yang berkelanjutan.

Mengingat beberapa manfaat dari lidi yang sudah di bersihkan (Sapu, piring ingke dan hiasan lampu). Lidi-lidi yang di dibeli Pak Suhaili ini sudah di uji sebelum dikirim ke jawa, dengan proses penjemuran 1 hari.

Sebagai satu-satunya pengempul sapu lidi di KLU, pak suhaili tidak kekurangan stok brang tempat pengiriman banyak sesuai permintaan.

(Mng).

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *